Sejarah Konseling Multikultural

Bersama Sahabat

Oleh: Heni Mulyati, S.Pd

Menurut Baruth dan Manning (2012) konseling multikultural sebagai sebuah spesialisasi diawali dengan sebuah kelompok kecil konselor dan psikolog yang tertarik dengan perbedaan lintas kultur. Pergerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an memberikan momen penting berkembangnya konseling multikultural. Selain itu, berkembangnya rasisme dan bentuk lain diskriminasi pada masyarakat Amerika menghasilkan status etnisitas dan minoritas yang menjadi fokus minat dalam bidang konseling.

Hingga pertengahan tahun 1960-an, konseling dan psikoterapi di Amerika cenderung melihat atas perbedaan latar belakang budaya, mereka yang dalam posisi tidak beruntung dalam predominasi budaya mayoritas dan masyarakat kelas menengah. Sementara itu, psikoterapi terbatas penerapannya pada klien kelas menengah dan atas serta mengabaikan orang-orang dari kelas lebih rendah dan latar belakang budaya berbeda. Meski demikian, pada pertengahan tahun 1970-an, jumlah studi yang fokus pada dampak konseling dan psikoterapi pada ras telah meningkat.

Gerakan tersebut memperoleh momentum dimana orang-orang mulai sadar bahwa klien dengan kelompok minoritas menerima ketidaksetaraan dan layanan kesehatan mental yang minim. Pertanyaan yang muncul adalah: dapatkan kelas menengah, konselor Eropa Amerika bekerja dengan baik dengan klien Afrika Amerika dari kelas sosial mana pun? Apakah konselor yang ada memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk bekerja dengan klien yang berbeda gender, budaya, atau etnis? Yang jelas, layanan konseling yang sesuai secara budaya dibutuhkan, yang memandatkan konselor program pendidikan melakukan pendekatan yang lebih kompehensif dalam keberagaman. Konselor perlu untuk merasa percaya diri bahwa mereka memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk memberikan intervensi konseling yang efektif dan profesional.

Berdasarkan hasil sensus yang disampaikan oleh U.S. Sensus tahun 2010 dalam Schmidt (2014) menunjukkan bahwa lebih dari setengah populasi yang tumbuh pada tahun 2000 dan 2010 sebagai hasil dari peningkatan populasi Hispanik dan Latin.

The changing face of US society and culture and its effect on the practice of professional counseling has been widely reported.” (Holcomb-McCoy & Chen-Hayes, 2011; Pedersen & Carey, 2003; Schmidt,2006)

Berdasarkan hal di atas nampak bahwa perubahan masyarakat dan budaya mempengaruhi pelaksanaan konseling profesional.

 

Sumber:

Baruth, Leroy G., & Manning, M.Lee. (2012). Multicultural Counseling and Psychotherapy: A Lifespan Approach, fifth edition. Amerika Serikat: Pearson.

Schmidt, John.J. (2014). Counseling in Schools: Comprehensive Programs of Responsive Services for All Students. Amerika Serikat: Pearson.

Advertisements